November 18, 2012

How We First Met.
Malam minggu, acara ulang tahun Sofia. Aku sedang mengambil cake pops dan tiba-tiba kamu menabrakku. Klasik. Awal yang sangat klasik. Kamu meminta maaf sambil berlalu. Aku membalasnya acuh. First impression-ku ke kamu? Biasa saja. Tidak ada yang spesial. Tetapi ada sesuatu yang menarik dari penampilan sederhanamu itu. Dan ya, membuatku penasaran. Kamu manis, lucu, dan menarik. Hanya tiga kata itu yang mampu mendefinisikanmu pada saat ketiga kalinya aku memperhatikanmu. Since that time, my eyes always looking for you.


Shortbread and Ginger Tea.
Aku memperhatikanmu selama aku bisa. Pulang larut malam bukanlah kebiasaanku, tetapi kamu mampu menahanku malam ini. Aku tidak tahu namamu, sekolahmu, rumahmu, nomor teleponmu. Tapi aku tahu cookies dan minumam kesukaanmu. Shortbread. Kue kering yang asing bagiku. Bentuknya kotak, dan tidak ada keju atau cokelat seperti kue kering lainnya. Hanya adonan tepung dan mungkin diberi sedikit ekstrak vanila, lalu dipanggang begitu saja. Rasanya juga biasa saja. Ginger Tea. Aku tidak merasa kedinginan malam itu, dan yang lainnya juga merasa seperti yang aku rasakan. Dan, teh yang diberi rasa jahe sedikit itu bukanlah menjadi minuman yang pas untuk malam seperti ini. Aku tidak habis pikir mengapa Sofia menghidangkan minuman ini dan lebih parahnya, kamu mengambil Ginger Tea. Kamu aneh, atau mungkin, berbeda?

Acoustic.
Aku selalu suka dengan orang yang bisa memainkan musik, gitar lebih khususnya. Ada sesuatu di dalam diri para gitaris yang 'keluar' saat mereka memetik senar-senar itu. You're My Everything mengalun, lagu favoritku. Secara tidak sadar, aku melihat ke arah panggung kecil di pojok cafe, dan ternyata kamu yang sedang duduk disana dan memainkan lagu favoritku. Ah, hanya kebetulan kamu memainkan lagu ini, pikirku. Satu lagi alasan yang membuatmu (lebih) menarik. Gitar.

Once, Coincidence. Twice, Fate.
Sekarang, sudah hampir sebulan aku mengenalmu. Like a box of chocolates, you're full of surprises. Banyak sekali kebetulan yang aku temui semenjak aku bertemu denganmu, dan pastinya itu semua berkaitan dengan kamu. Tetapi, kebetulan hanya terjadi sekali, bukan? Ah, aku tidak tahu semua ini akan mengarah kemana. Anggap saja ini semua adalah air sungai yang sedang berusaha menemukan hilirnya. Just, let it flow.





Continuously missing you,
N.

1 comment:

  1. What a sweet story you've told. :D
    Let's follow each other if you like.

    tasiawijayanti.blogspot.com
    See you then! xx

    ReplyDelete